Selasa, 04 Desember 2018

DNS SERVER


INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN
DNS atau Domain Name Service adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengelola penamaan suatu komputer, layanan ataupun sumber daya di jaringan yang disusun secara hirarki dan terdistribusi.

DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. DNS Server juga membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

Paket yang dipakai untuk DNS di debian adalah bind9.
Berikut cara instalasi dan konfigurasi bind

1.      Buka Debian
Install bind9


2.      Periksa nama hostnya
Cek nama host yang muncul. Disini saya bernama server
3.      Deklarasikan host

4.      Edit file tersebut

Di bawah 127.0.1.1 router tambahkan
192.168.20.1  = IP server
Server.dini.or.id = nama domainnya adalah dini.or.id
Server = nama host
Simpan dan keluar
5.      Masuk ke bind





6.      Edit file nano named.conf.local


Ketikkan yang di kotak warna merah
Simpan dan keluar
Ket : disini file db.nama belum ada
7.      Buat db.nama dengan mencopy file dc.local yang ada di bind karena nanti isinya sama jadi cukup di copy

8.      Edit file db.nama

9.      Ganti localhost dengan nama domain yang sebelumnya dibuat



Sehingga menjadi  :


Simpan dan keluar
10.  Restart bindnya


11.  Edit


12.  Ganti IP nameservernya dengan IP server


Simpan dan keluar
13.  Coba tes dnsnya berhasil atau tidak


Ketikkan nslookup kemudian ketik nama domain yang dibuat sebelumnya.
Jika tampilannya seperti di atas maka berhasil.
Catatan : port dns adalah 53, 110 untuk pop, postfix 25, imap 143


14.  Buka PC Client, ganti DNS nya menjadi IP server


15.  Buka Browser panggil nama domain yang sudah dibuat

WEB SERVER

INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER PADA DEBIAN
          Web Server dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti web browser. Penggunaan paling umum web server adalah untuk menempatkan situs web, namun pada prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.
 1. Untuk install werb server kita install paket apache perintahnya adalah
apt-get install apache2 (Pastikan CD debiannya sudah siap). Tekan Enter dan tunggu sampai instalasi selesai.

2. Setelah selesai silakan cek apachenya dengan memanggil IP debian pada browser client.

3. Kita dapat mengubah isi web sesuai keinginan dengan mengubah isi file index.html dengan perintahnano /var/www/html/index.html . Lalu nanti akan masuk pada bagian file html dari web server, disitu kita bisa mengubah tampilan isi sesuka hati kita. Sebagai Contoh.


<head><html>
<title>Web Saya</title></head>
 <body>
SELAMAT DATANG DI WEB SAYA
 </body>
 </html>


4. Kemudian restart service apachenya dengan perintah service apache2 restart atau/etc/init.d/apache2 restart lalu tekan “enter” dan Apache akan merestart.

5. Nah, pada langkah terakhir yang dilakukan adalah pengujian pada Apache web server yang sudah terinstall tadi. Caranya, buka web browser dari komputer client. Lalu untuk URL, masukkan alamat IP dari komputer server. Sebagai contoh, lihat gambar ini.

Senin, 03 Desember 2018

REMOTE SERVER

KONFIGURASI REMOTE SERVER

Keuntungan dari jaringan komputer yaitu memudahkan kita dalam berbagi resource hardware ataupun software yang ada. Remote Access adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk mengakses suatu sistem melalui media jaringan sehingga kita dapat mengkonfigurasi suatu sistem, dimanapun kita berada asalkan terkoneksi dengan sistem tersebut. Pada debian paket untuk melakukan remote adalah SSH. SSH berjalan pada port default yaitu 22.

Secara umum aplikasi remote access mempunyai beberapa fungsi dalam manajemen jaringan,menurut wahana dan andi (2010), dalam bukunya Cara Jitu Pengelolaan Jaringan Windows denganRemote Desktop dan Administration, ada beberapa kegunaan remote access/Remote Desktop yang lazim diantaranya:
1. Mengendalikan komputer lain dari lokasi yang remote, misalnya untuk mengakses softwaredi komputer yang ada di divisi atau bagian lain di perusahaan oleh pengguna technicalsupport perusahaan diruang kerjanya
2.Mematikan komputer dari jarak jauh.
3. Menghidupkan ulang komputer/restart dari jarak jauh.
4.Memodifikasi setting registry komputer lain dari jarak jauh.
5.Mengawasi penggunaan komputer lain dari jarak jauh.
6.Membantu pengguna lain memecahkan masalah di PC-nya dari jarak jauh.
7.Mengawasi penggunaan program berjalan / internet dari jarak jauh.
8.Pemeliharaan (maintenance) komputer dari jarak jauh.
9.Sharing resource dari jarak jauh.

Secara umum, Remote Access dibagi menjadi dua jenis :
1. Mode Desktop / GUI, misalnya remote desktop, TeamViewer

2. Mode teks, misalnya telnet, shh dan lainnya.

INSTALL SSH (Secure Shell)

1. Pastikan debian terkoneksi ke internet, Setting dhpc dan networknya NAT.
    

    Restart konfigurasinya /etc/init.d/networking restart
2. install ssh dengan perintah apt-get install ssh
3. Pastikan ssh sudah terinstall baik dengan cek isi file di ssh ls /etc/ssh

4. Edit file sshd_config, nano /etc/ssh/sshd_config

 Pastikan port 22 tidak diberi tanda pagar
5. restart configurasi ssh nya.

6. Setting kembali ip static di debian dan networknya Host-only
7. Buka File putty di host

Host Name diisi IP address Debian, kemudian klik open
Jika muncul seperti gambar dibawah ini klik Yes














  






 Login menggunakan user biasa.
 Sekarang kita sudah bisa melakukan remote debian

FILE SERVER

FILE SERVER

              File Server memberikan layanan berupa penyediaaan file ataupun folder yang dapat diakses bersama-sama oleh para pengguna di dalam suatu jaringan. File Server sering juga disebut sebagai sistem File Sharing. Keuntungan dari penggunaan File Server ini dapat kalian lihat dari segi keefisiensiannya. Misalnya dalam suatu kasus kalian mempunyai 100 PC Client yang perlu diinstallkan program. Akan tetapi file installer program tersebut hanya terdapat disalah satu komputer saja. Tentunya akan sangat merepotkan dan beresiko apabila kalian harus mengkopikan file installer tersebut ke tiap-tiap PC secara manual. Nah, solusinya adalah dengan penggunaan metode File Sharing ini. Dimana hanya ada satu komputer yang men-sharing file installer program tadi, lalu dari komputer-komputer client hanya tinggal mengaksesnya saja.

              Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows dan Linux. Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux, Samba juga merupakan salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.


Fungsi Samba Server#2 Buat direktori yang berisi file atau data yang akan di share ke komputer client dengan perintah berikut:


path = /home/file_sharing browseable = yes writeable = yes guest ok = no public = no read only = no

Hak Akses File 
user dan password sama harus sama dengan user dan password yang kita pakai untuk login ke linux.#8 Restart layanan samba server dengan perintah berikut:Pengujian Konfigurasi Samba ServerMasukkan user dan password samba yang telah dibuat pada komputer server seperti gambar berikut:Jika berhasil login, maka muncul direktori Keahlian_Ganda (pada server) atau direktori rinosafrizal (pada client)


·              Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows. Sebagai perangkat lunak cukup banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh samba software, mulai dari menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver, sebagai gateway, mail server, proxy dan lain-lain. Fasilitas pengremote seperti telnet dan ssh juga tersedia. Salah satu keunggulan lainnya adalah adanya aplikasi pengaturan yang tidak lagi hanya berbasis teks, tetapi juga berbasis grafis yaitu swat. Menempatkan masin Linux/UNIX sebagai PDC (Primary Domain Controller) seperti yang dilakukan oleh NT dalam jaringan Wondows.

·              Samba PDC (Primary Domain Controller) bertujuan sebagai komputer yang akan melakukan validasi user kepada setiap client yang akan bergabung dalam satu domain tertentu, dengan kata lain hanya user yang terdaftar yang diijinkan masuk ke domain tersebut dan mengakses semua fasilitas domain yang disediakan.

·          Dapat berfungsi sebagai domain controller pada jaringan Microsoft Windows.

LANGKAH KERJA

buka dbian server dan loginlah sebagai root

#1 Instalasi layanan samba server dengan perintah berikut:
#apt-get install samba

#mkdir /home/file_sharing

#3 Duplikasi file smb.conf menjadi smb.conf.asli (untuk backup) dengan perintah berikut:
# cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.asli

#4 Buka file smb.conf dengan perintah berikut:
# nano /etc/samba/smb.conf

5 Tambahkan script berikut pada baris paling bawah
[tkj]

Penjelasan skrip adalah sebagai berikut:
·       path = adalah letak file-file yang akan akan dibagikan.
·       browseable = yes, berarti bisa dilihat oleh publik
·       writeable = yes, berarti dapat ditulis dapat di tambahkan file atau folder dari client yang membuka , jika no maka kebalikannya
·       guest ok = berarti ijin untuk tamu atau tanpa password jika yes jika no maka kebalikanya
·       read only = berarti hanya dapat dilihat dan dibaca termasuk menyalin file tapi tidak dapat menambahkan file atau folder kedalamnya jika yes jika no maka kebalikanya
·       security = share berarti tanpa menggunakan password, user berarti menggunakan enkripsi password

#6 Atur hak akses file dari folder Keahlian_Ganda yang akan dishare dengan tujuan membatasi akses user lain, dengan perintah berikut:
#chmod 777 /home/file_sharing

Dengan mengatur hak akses seperti di atas, user dapat melakukan akses penuh terhadap direktori Keahlian_Ganda.
Adapun penjelasan terkait dengan hak akses adalah sebagai berikut:
·       777 : Tidak ada pembatasan pada file permission . Setiap user dapat melakukan apa saja.

·       755 : Pemilik file dapat melakukan (read, write, dan execute). Seluruh anggota group dan user lainnya dapat melakukan (read dan execute) file. Setting ini merupakan settingan yang umum untuk sebuah program yang biasa digunakan oleh user.

·       700 : Pemilik file dapat melakukan (read, write, dan execute) terhadap file. Selain pemilik tidak diberikan hak akses apapun. setting ini berguna untuk program yang bersifat private bagi user.

·       666 : Seluruh user dapat melakukan (read dan write) terhadap file yang ada.

·       644 : Pemilik dapat melakukan (read dan write) terhadap file, Sementara Selain user hanya bisa membaca file.

·       600 : Hanya pemilik bisa melakukan (read dan write) terhadap sebuah file. Sebuah settingan khusus bagi sebuah file yang pemiliknya menjadikan file private.

#7 Tambahkan password user samba dengan perintah berikut:
#smbpasswd -a tkj

              

#/etc/init.d/samba restart



Pengujian samba server dapat dilakukan pada komputer client dengan sistem operasi windows, dengan cara membuka jendela run (Windows+R) lalu ketikkan IP Adderss komputer server seperti gambar di bawah ini.